Repleksi Materi Kuliah Umum Pembatik Lv.4 Berbagi 2020
Terima kasih para nara sumber hebat yang telah membagi ilmu yang bermanfaat kepada kami peserta pembaTIK.Lv.4 Berbagi semoga ilmunya menjadi berkah dan bermanfaat buat orang banyak
Repleksi materi
1. Menteri pendidikan dan kebudayaan mas menteri Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan di acara pembukaan mengatakan bahwa masa pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk memberikan usaha yang ekstra keras dan ekstra cerdas,sehingga pembelajaran dapat terus berlangsung.maka kompetensi guru dalam penguasan teknologi menjadi krusial.
2. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Dr,Iwan Syahril,Ph.D dalam paparannya ia mengangkat moto Kihajar Dewantara yang menjelaskan bahwa anak lahir Ibarat kertas sudah bertulisan samar
Anak lahir diumpamakan sehelai kertas yang sudah ditulisi penuh tapi semua tulisan itu suram. Pendidik berkewajiban dan berkuasa menebalkan segala tulisan yang suram dan berisi baik agar kelak nampak sebagai budi pekerti yang baik. Segala tulisan yang mengandung arti jahat hendaknya dibiarkan agar jangan menjadi tebal, bahkan jika bisa dibikin lebih suram. • Pendidikan hanya ‘tuntunan’ di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Hidup tumbuhnya anak-anak itu terletak di luar kecakapan atau kehendak kita kaum pendidik. Anak-anak itu sebagai makhluk, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri. Kita kaum pendidik hanya dapat menuntun agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya anak-anak.
Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar:
1. Memandang anak dengan rasa hormat
Perspektif Ekologis: Nature + Nurture
Pendidikan itu hanya bisa menuntun. Namun faedahnya bagi hidup tumbuhnya anak sangat besar. Pendidik ibarat petani. “Seorang petani yang menanam padi hanya dapat menuntun tumbuhnya padi. Ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi, dan lain sebagainya. Meskipun pertumbuhan tanaman padi dapat diperbaiki, tetapi ia tidak dapat mengganti kodrat iradatnya padi. Misalnya, ia tak akan dapat menjadikan padi yang ditanamnya itu tumbuh sebagai jagung. Selain itu, ia juga tak dapat memelihara tanaman padi tersebut seperti halnya cara memelihara tanaman kedelai atau tanaman lainnya. Memang benar, ia dapat memperbaiki keadaan tanaman padi yang ditanam, bahkan ia dapat juga menghasilkan tanaman padi itu lebih besar daripada tanaman padi yang tidak diperlihara, tetapi mengganti kodratnya padi itu tetap mustahil.”
“Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba kepada sang anak.”
Guru yang memandang anak dengan rasa hormat akan menjadi guru pembelajar. Kuncinya adalah refleksi, dengan elemen-elemen utama:
1. Kesadaran adanya masalah yang menimbulkan keingintahuan
2. Kemampuan untuk framing the problem
3. Kemampuan untuk reframing the problem
✓Bersikap terbuka
✓Menerima kemungkinan berbagai perspektif
- data proses dan hasil belajar siswa
- umpan balik siswa
- berdiskusi dengan kolega di sekolah/kampus
- meminta guru lain melakukan observasi
- membuat video pengajaran
- menulis jurnal refleksi
- membaca buku/artikel ilmu profesi
4. Kemampuan mengambil
kesimpulan , dll
2. Mendidik secara holistik
Kerangka Utama Filosofi KHD Pendidikan Holistik: Budi Pekerti • BUDI —> Batin —> Tri-Sakti —> Pikiran + Rasa + Kemauan [Cipta + Rasa + Karsa] PEKERTI —> Lahir —> Tenaga —> Raga • Tidak ada dua budi pekerti yang sama sehingga kita dapat membedakan orang yang satu dengan lainnya. • Kebersihan budi = bersatunya cipta-rasa-karsa = tajamnya pikiran, halusnya rasa, kuatnya kemauan —> Hal ini akan membawa kepada kebijaksanaan.
3. Mendidik secara relevan/kontekstual
“Kita akan memberikan prioritas
pembangunan kita pada pembangunan
sumber daya manusia. Pembangunan
SDM menjadi kunci Indonesia ke depan.”
-Presiden Joko Widodo
Profil Pelajar Pancasila pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
Belajar dari Covid-19 • Sikap mental “nyaman dengan ketidaknyamanan” ➡mendukung percepatan terwujudnya budaya inovasi • Beragam konteks tantangan yang dihadapi memaksa pendidik untuk berpikir ulang pendekatan dalam pembelajaran ➡mendukung percepatan terwujudnya pembelajaran yang berpusat kepada murid (personalisasi, diferensiasi, teach at the right level) • Menurunnya kecemasan terhadap teknologi ➡perlunya percepatan pembangunan platform pendidikan nasional berbasis teknologi
“Saat ini kita hidup dalam masa transisi; segala sesuatu di
sekitar kita mengalami perubahan. Hilangnya kebiasaan lama
membuat kita sedih, namun disaat yang bersamaan hal-hal baru
membawa kegembiraan. Terkadang kita tidak ingin mengubah adat,
namun disaat lain kitalah yang ingin meninggalkan kebiasaan yang
sudah tidak relevan lagi. Lambat laun kita akan menyadari bahwa
percuma saja melawan hal yang tidak dapat dihindarkan dan segala
sesuatu datang pada masanya. Akhirnya, kita akan berekonsiliasi
dengan hal yang tak dapat dihindarkan tersebut, karena kita tahu
bahwa yang datang bukanlah pilihan kita,
namun merupakan kebutuhan kita.”
–Ki Hajar Dewantara, 1935
3. Kiat sukses bagi para pendidik untuk berkomunikasi dengan publik oleh Charles Bonar Sirait,SE,MM
Pandemi telah merubah gaya hidup dan keseharian kita dalam bekerja. Interaksi secara
langsung berubah menjadi interaksi secara virtual.
Salah satunya adalah kemampuan Komunikasi Publik yang harus harus
dipelajari
Tuntutan terhadap kemampuan pendidik untuk ber-Komunikasi dengan Publik dan Public Speaking yang lebih efektif menjadi semakin tinggi
1 MEMAHAMI POLA KOMUNIKASI SEDERHANA
“Memimpin pada dasarnya adalah perkara mempengaruhi dan meyakinkan orang lain”
-Kate Ludeman, PH.D & Eddie Erlandson, M.D”-
PENDIDIK adalah pusat perhatian publik
PENDIDIK harus memiliki kemampuan menarik perhatian publik
PENDIDIK harus mampu membuat publik “terjaga”
2. IMPACTFUL COMMUNICATION
IMPACTFUL SYNONIM 1. Affecting 2. Emotional 3. Moving 4. Impressive 5. Touching
3.PERSUASIVE COMMUNICATION
Hukum Alam Bawah Sadar sangat berpengaruh dalam mempersuasi dan mempengaruhi orang.
4 – PERSONAL BRANDING
PEMAHAMAN TENTANG PERSONAL BRANDING
1. Men”stimulasi” persepsi yang sangat kuat tentang nilai-nilai yang anda yakini
2. Meng-Informasikan kepada publik, siapakah sebenarnya diri anda? Apa hal-hal yang yang anda kerjakan? Apa yang membuat anda berbeda dari orang lain? Apa yang dapat diharapkan dari diri anda jika diajak bekerjasama?
3. Mempengaruhi orang lain untuk mem-PERSEPSI-kan diri anda secara POSITIF
4. Menciptakan EKSPEKTASI di dalam pemikiran orang lain, tentang keuntungan yang akan diraih jika dapat bekerjasama dengan anda
5. Menciptakan Persepsi POSITIF untuk Prospek/Klien anda, bahwa anda adalah SOLUSI bagi PROBLEM Prospek/Klien anda
6. Menempatkan anda di atas Posisi RATA2 di antara sengitnya KOMPETISI saat ini
4.Belajar Dalam Mengajar oleh Butet Manurung MAAPD
Literasi ~ bukan hanya melek huruf tapi melek masalah
Sekolah formal tidak mengajarkan kemampuan yang sesuai dengan kondisi/potensi sekitarnya.
Sekolah Formal tidak mengakomodir cara belajar lokal dan sifat alamiah yang dinamis di alam bebas
Sekolah Formal tidak (ajar) mengatasi persoalan kehidupan dan perubahan sekitar murid (setan bermata runcing)
ISTILAH “SEKOLAH UNTUK PERGI” Anggapan: semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin besar kemungkinan seseorang meninggalkan kampung halamannya dan adat-istiadatnya. Karena ia semakin jauh dengan realitas sekitarnya
Prinsip GURU HUMILITY (human, humus, humble) EDUCATION (e dan ducares=membebaskan) Belajar dulu sebelum Mengajar Guru punya tanggung jawab sosial selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan!
Pendidikan harus kontekstual berdampak, artinya berkontribusi dalam kehidupan.
“Sekolah harus memberi manfaat untuk kehidupan, untuk saat ini, bukan di masa depan. Karena jika kita memelihara hari ini, kita memelihara masa depan” Orang Rimba
menghadapi bonus demografi di tahun 2045
● Literasi yang mendukung pembangunan yang berpihak (berbasis kebutuhan lokal) dan partisipatif, harus difokuskan pada infrastruktur (melengkapi suprastruktur) yang menjawab kebutuhan lokal
● Pendidikan kontekstual adalah kunci, yang mengakomodasi budaya lokal, membantu menyelesaikan persoalan lokal dan menguatkan potensi daerah masing-masing
● Jangan sampai sekolah kita menjadi “Sekolah Untuk Pergi
5.Kiat menyusun Penulisan Yang menarik oleh Asma Nadia
Menulis adalah ketrampilan dan ketrampilan bisa dipelajari
menuli 5 % bakat,5 % Keberuntungan dan 90 % kerja keras
Menulis :
1.Bukan Sekedar ide Bagus
2. Berawal dari keresahan
3.Buku sebagai kebutuhan bukan hiburan waktu luang
Kunci Tulisan Menarik
1. Ide:
# Baru
# Dekat dengan Pembaca
2. Teknik Penyajian: # Judul # Konflik kuat # Setting # Penokohan Menarik # Bentuk cerita # ending yang berkesan .dll
Khusus untuk BUKU Menarik = Best Seller 1. Gagasan dan Isi Buku Menarik 2. Segmentasi Jelas 3. Pembaca Perempuan 4. Sosok Buku 5. Dibutuhkan 6. Waktu Tepat 7. Promo 8. Sosial Media 9. Pesan 10. dll
Menulis Bisa Menjadi Tiketmu Mendunia.
Menulis Itu Tiketmu Ke Surga
6.Kiat membangun media SOSIALpribadi yangsukses WICAKSONO (@NDOROKAKUNG
e l e m e n p e n tin g
E L E M E N 1
S t r a t e g i
K o n t e n
E L E M E N 2
P e m a s a r a n
Strategi Konten
1.Memilih platform. 2. Optimasi bio.3. Produksi: menulis, foto, video, dan infografik.4 Penjadwalan posting.5. Penyesuaian dengan algoritma.6. Pemanfaatan tanda pagar.
Pemasaran
1. Membangun personal branding.2. Optimasi akun media sosial. 3.Optimasi website/blog (SEO). 4.Iklan. 5.Email. 6.Kolaborasi (affiliate)
10 kiat
1. Tetapkan tujuan yang masuk akal. 2.tentukan khalayak sasaran 3. jadilah dirisendiri
4. cari jejaring, bukan pengikut 5. membuatjadwaleditorial 6. fokus membantu orang lain.
7. berinteraksi dengan khalayak 8. berkreasi dengan konten visual
9. Buatlah kehadiran anda diketahuiumum.
10. selalu aktif
7. Pemanfaatan Media Conference untuk berbagi oleh Prof.Dr. Richardus Eko Indrajit,Msc,MBA,Mphil,MA
- internet memberikan manfaat kepada dunia karena penggunannya saling berbagi
- kekuatan sebuah komonitas terletak pada kesediaan untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan
- cara menabung yang paling mudah adalah dengan cara membagikan yang dimiliki
- dengan berbagi, maka nama seseorang akan dikenang sampai ke anak cucu
mengapa gunakan video conferens ?
cepat,mudah,dan murah.
situasi dan kondisi pandemi
masif dan viral secara efektif
masalah dalam berbagi via video conference
waktu terbatas,tidak bertemu secara fisik,infrastuktur dan piranti seluruh partisipan beragam
banyak hal yang sulit diperagakan ketika menggunakan mode komonikasi terbatas
2.video conferens memiliki banyak fitur yang harus disesuaikan dengan karakteristik dan tujuan,rencanakan strategi proses dan lakukan gladi resik
3.interaksi dan umpan balik
hindari berbicara satu arah dalam situasi apapun
4. daya tahan dan jendela waktu: jangan terlampau banyak person yang ingin disampaikan
5. dapat direkam
|
Jangan Menunggu untuk berbagi Menanti segalanya sempurna Hanya menggunakan satu media Menyaratkan banyak partisipan Tergantung pada banyak pihak Ragu ragu untuk mengevaluasi |
Tapi segera rekam dan shere Bagikan apa adanya dengan cepat Manfaatkan sebanyak mungkin media Lakukan walaupun hanya satu orang Lakukan sesuai literasi yang dimiliki Pelajarilah apa yang dapat diperbaiki |

Mantap bangat materinya 👍👍
BalasHapus